LaboLakon adalah laboratorium bersama untuk penulisan lakon teater melalui forum kajian kritis, eksperimen, dan dialektika; yang dilanjutkan dengan penyuntingan dan distribusi lakon melalui penerbitan. Diinisiasi dan difasilitasi oleh Kalabuku dan Kalanari Theatre Movement, laboratorium ini ditujukan bagi para penulis lakon teater—pemula maupun berpengalaman—yang berminat menguji dan mengasah kecakapan serta bereksperimen dalam penulisan lakon teater.
Dalam LaboLakon, para penulis (peserta) difasilitasi untuk (1) memahami dan mengkaji gagasan laboratorium serta metode penulisan lakon secara kritis; (2) menulis lakon teater berdasarkan gagasan/metode serta eksperimen terhadap gagasan/metode; (3) mengkritisi secara dialektik proses dan hasil penulisan; serta (4) menerbitkan hasil penulisan dalam buku antologi bersama (melalui proses kurasi lebih lanjut).
LaboLakon 2026 dijalankan secara daring selama 6 x 120 menit pertemuan, setiap Jumat dalam kurun enam minggu, yaitu pada 13, 20, 27 November dan 4, 11, 18 Desember 2026. Kurasi dan penyuntingan untuk penerbitan buku kumpulan lakon dilakukan setelah proses laboratorium dan penulisan. Seluruh proses laboratorium didampingi fasilitator Ibed S. Yuga, seorang penulis lakon, sutradara teater, dan editor.
LaboLakon 2026 mengoperasikan “Dramaturgi Seribu Tafsir Mimpi” sebagai gagasan sekaligus metode, yang terinspirasi dari praktik penafsiran mimpi dalam masyarakat mitologis dan para penjudi nomor buntut. Dalam laboratorium ini, mimpi diposisikan sebagai arsip dramaturgis, dan tafsir adalah mesin komposisi pertunjukan. Dengan pendekatan ulang-alik dramatik-pascadramatik serta prinsip chance operation, teater dipahami sebagai ruang produksi makna yang tidak tunggal, tempat manusia bernegosiasi dengan ketidakpastian, harapan, mitos, dan nasib.
Pendaftaran
Tentang Fasilitator
Ibed S. Yuga adalah penulis, editor, dan penganggit teater yang memiliki ketertarikan terhadap persilangan teks, wacana keruangan, dan relasi ketubuhan. Sebagai penulis lakon, Ibed menerima penghargaan sayembara penulisan lakon teater dari Federasi Teater Indonesia (2008 & 2011), Kemdikbud (2017), Penghargaan Sastra Kemdikbudristek (2021), dan Rawayan Award/Dewan Kesenian Jakarta (2022 & 2025). Buku lakon teaternya yang sudah terbit adalah Kintir (Yogyakarta, 2011), Janger Merah (Yogyakarta, 2021), Beo Motinggo (Yogyakarta, 2025), dan beberapa buku kumpulan lakon bersama. Selain di Indonesia, Ibed telah menggelar karya-karyanya, memberikan workshop, dan berkolaborasi di Irlandia, Singapura, Jepang, Malaysia, Inggris, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman.
Dalam LaboLakon, para penulis (peserta) difasilitasi untuk (1) memahami dan mengkaji gagasan laboratorium serta metode penulisan lakon secara kritis; (2) menulis lakon teater berdasarkan gagasan/metode serta eksperimen terhadap gagasan/metode; (3) mengkritisi secara dialektik proses dan hasil penulisan; serta (4) menerbitkan hasil penulisan dalam buku antologi bersama (melalui proses kurasi lebih lanjut).
LaboLakon 2026 dijalankan secara daring selama 6 x 120 menit pertemuan, setiap Jumat dalam kurun enam minggu, yaitu pada 13, 20, 27 November dan 4, 11, 18 Desember 2026. Kurasi dan penyuntingan untuk penerbitan buku kumpulan lakon dilakukan setelah proses laboratorium dan penulisan. Seluruh proses laboratorium didampingi fasilitator Ibed S. Yuga, seorang penulis lakon, sutradara teater, dan editor.
LaboLakon 2026 mengoperasikan “Dramaturgi Seribu Tafsir Mimpi” sebagai gagasan sekaligus metode, yang terinspirasi dari praktik penafsiran mimpi dalam masyarakat mitologis dan para penjudi nomor buntut. Dalam laboratorium ini, mimpi diposisikan sebagai arsip dramaturgis, dan tafsir adalah mesin komposisi pertunjukan. Dengan pendekatan ulang-alik dramatik-pascadramatik serta prinsip chance operation, teater dipahami sebagai ruang produksi makna yang tidak tunggal, tempat manusia bernegosiasi dengan ketidakpastian, harapan, mitos, dan nasib.
Pendaftaran
- Pendaftar adalah penulis yang telah menulis minimal satu lakon teater. Penulis yang belum pernah menulis lakon teater boleh mendaftar asalkan pernah menulis karya tulis kreatif selain lakon teater dan memiliki pengalaman bersinggungan dengan teater—sebagai pegiat atau penikmat.
- Kuota peserta terbatas. Jika pendaftar melebihi kuota, seleksi akan dilakukan dengan mempertimbangkan biografi, portofolio, dan perimbangan gender serta daerah asal pendaftar.
- Peserta wajib urun dana laboratorium Rp400.000 (bisa dicicil).
- Siapkan lampiran pendaftaran berupa biografi singkat (terutama dalam bidang penulisan dan/atau teater) dan satu lakon teater yang pernah ditulis (atau karya tulis kreatif lainnya bagi pendaftar yang belum pernah menulis lakon). Biografi dan lakon (atau karya tulis lain) digabung dalam satu berkas PDF.
- Klik di sini untuk mendaftar.
- Pendaftaran dibuka sampai 6 November 2026.
- Narahubung: Luna, WA 0878-7743-5225 (no call).
Tentang Fasilitator
Ibed S. Yuga adalah penulis, editor, dan penganggit teater yang memiliki ketertarikan terhadap persilangan teks, wacana keruangan, dan relasi ketubuhan. Sebagai penulis lakon, Ibed menerima penghargaan sayembara penulisan lakon teater dari Federasi Teater Indonesia (2008 & 2011), Kemdikbud (2017), Penghargaan Sastra Kemdikbudristek (2021), dan Rawayan Award/Dewan Kesenian Jakarta (2022 & 2025). Buku lakon teaternya yang sudah terbit adalah Kintir (Yogyakarta, 2011), Janger Merah (Yogyakarta, 2021), Beo Motinggo (Yogyakarta, 2025), dan beberapa buku kumpulan lakon bersama. Selain di Indonesia, Ibed telah menggelar karya-karyanya, memberikan workshop, dan berkolaborasi di Irlandia, Singapura, Jepang, Malaysia, Inggris, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman.















